Pemerintah daerah Lombok Timur bersama lpsdm NTB bekerjasama dengan World Neighbors (WN) sediakan sistem kesiapsiagaan pertanian dan bencana (SKPB). Melalui sistem ini petani akan lebih mudah mengidentifikasi perkiraan cuaca hingga penentuan masa tanam dengan hanya mengakses inovastek.com/lotim. Petani Lombok Timur Go Digital dengan SKPB
Petani Lombok Timur kini sudah bisa mengakses Informasi Sistem kesiapsiagaan petani dan bencana melalui web ini. Sehingga, Petani bisa mengakses prediksi cuaca prediksi iklim kalender tanam padi kalender tanam palawija kerentanan bencana dan kerentanan hama.
Baca juga: LPSDM Desak UU PPRT
Adapun sistem kesiapsiagaan petani dan bencana (SKPB) menggunakan sistem teknologi prediksi iklim untuk curah hujan dan Cuaca dengan akurasi tinggi. Sistem ini juga memiliki dukungan data satelit dan data lapangan untuk menghasilkan kalender tanam dan potensi bahaya bencana yang lebih aman dan terkontrol.
Berlangsung di ruang Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, bersama lpsdm Dinas Pertanian BPBD dan Penyuluh Pertanian Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur. Haji Muhammad Juani Taufik, turut membahas pengembangan dan pemanfaatan skpb di lapangan. Mereka mengungkapkan kurangnya informasi kaitannya dengan iklim dan cuaca cukup berdampak pada hasil produksi petani.
Fungis dan tujuan SKPB
Adanya skpb ini akan sangat membantu petani untuk meminimalisir gagal panen setelah beberapa bulan berjalan. Desa Seruni Mumbul dan desa jurit menjadi bukti keberhasilan dalam pemanfaatan skpb ini. Implementasi keberhasilan pemanfaatan aplikasi pada 2 Desa ini diharapkan bisa ditiru semua desa di Kabupaten Lombok Timur. Sehingga akan memudahkan petani mengakses informasi iklim dan cuaca tentu memastikan tidak ada desa dengan status menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Sampai saat ini sekitar 80% Desa di gumi patuh karya sudah bisa mengakses sinyal 4G untuk memastikan informasi cuaca pada skpb lebih valid. Penyuluhan Pertanian Lapangan harus melakukan update data setiap saat, mereka memfasilitasi kita pada kesempatan Lombok Timur untuk mendorong petani kita itu go digital.
Nah, memang tahun ini baru 8 desa yang sudah berhasil mengaplikasikan itu ada di desa jurit dan desa sunyi Mumbul. Ternyata setelah kita beberapa bulan mengaplikasikan aplikasi skpb namanya sistem kesiapsiagaan pertanian dan bencana. Akhirnya kita baru menyadari bahwa selama ini sebelum aplikasi ini ada persoalan yang berjalan selama ini, kapan waktu menanm yang tepat untuk menanam tanaman curah hujan.
Alhamdulillah sekarang kita sudah punya aplikasinya, skbb namanya. Hanya dengan kita membeli pulsa untuk koneksi internet, nantinya petani akan mendapat bimbingan dari para Penyuluh Pertanian. Petani kita di jurit sudah betul-betul dapat memanfaatkan aplikasi itu.
Kesimpulan:
Berikut kesimpulan dari ulasan terkait Petani Lombok Timur Go Digital dengan SKPB:
- Pemda Lombok Timur bekerjasama dengan lpsdm NTB memperkenalkan sistem digital, SKPB untuk pertanian dan kesiapsiagaan bencana.
- Sistem tersebut memungkinkan petani mengakses prakiraan cuaca, jadwal tanam padi dan palawija, kerawanan bencana, dan kerawanan hama melalui inovastek.com/lotim.
- SKPB memanfaatkan teknologi prediksi iklim dengan akurasi tinggi, yang menggunakan data satelit dan lapangan, untuk menyediakan kalender tanam yang lebih aman dan terkendali serta pengkajian potensi bencana.
- Sekretaris Lombok Timur Haji Muhammad Juani Taufik menekankan dampak positif SKPB dalam meminimalisir gagal panen karena informasi cuaca dan iklim yang lebih baik bagi petani.
- Keberhasilan implementasi SKPB di dua desa, Seruni Mumbul dan Jurit, awal untuk replikasi di seluruh desa di Lombok Timur untuk mempermudah akses informasi iklim dan cuaca bagi petani.
- Untuk lebih jelasnya tentang Petani Lombok Timur Go Digital dengan SKPB, bis tonton video di bawah.



